AIR MUTLAK

🌴 AIR MUTLAK 🌴

✍ Admin Mari Belajar Islam

Air mutlak adalah  air asli dari sumbernya baik turun dari langit atau keluar dari bumi, yang bila disebut lafadz air berarti itulah maksudnya. Seperti: air hujan, air laut, air sungai, air telaga, air sumur dan sebagainya. Hukum air ini adalah suci dan mensucikan  bagaimanapun rasa, warna dan baunya. Baik asin rasanya, keruh warnanya maupun tidak sedap aromanya. Hal ini berdasarkan dalil-dalil berikut:

Dalil Al-Qur’an:

‎وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً طَهُورًا

Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih (QS. Al-Furqon: 48)

Dalil Hadits:

‎عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ  يَقُوْلُ سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ  فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيْلَ مِنَ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِهِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ  هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Telah datang seorang laki-laki kepada Rosululloh صلى الله عليه وسلم seraya bertanya: Wahai Rosululloh, sesungguhnya kami berlayar di lautan dan kami hanya membawa sedikit air, bila kami berwudhu dengan air tersebut maka kami akan kehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut?, Rosululloh صلى الله عليه وسلم menjawab: Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.1

Dalil Ijma’

Al-Allamah Shidiq Hasan Khon رحمه الله berkata dalam Ar-Roudhoh Nadiyyah (1/53): “Tidak ada perselisihan kalau air mutlak adalah suci dan mensucikan sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qur’an, sunnah dan ijma’ serta hukum asal”.
____________________
1. Shohih. Diriwayatkan Malik dalam Al-Muwatho’ (1/22) Syafi’i dalam Al-Umm (1/16) Ahmad (2/237,361, 392) Abu Daud (83) Tirmidzi (69) Nasa’i (59) Ibnu Majah (386) Darimi (735) Ibnu Khuzaimah (111) Ibnu Jarud dalam Al-Muntaqo’ (43) Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (505) Al-Baghowi dalam Syarh Sunnah (281) dan dishohihkan Bukhori, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Mandah, Al-Hakim, Ibnu Hazm, Baihaqi, Abdul Haq dan lain-lain sebagaimana diceritakan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam At-Tahdzib (5/489). Lihat pula Irwa’ul Gholil  (no.9) dan As-Shohihah (480) oleh Al-Albani.

📚 REFERENSI: Suci dengan air, Ust. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi.

0 komentar :

Posting Komentar