LARANGAN GHIBAH
✍ Abu Lailah
Segala puji hanyalah milik Alloh ﷻ, shalawat dan salam untuk Rosululloh صلى الله عليه وسلم.
Saudaraku seislam yg saya muliakan, semoga Alloh ﷻ memberikan kepada kita kepahaman dan manfaat dari Ayat dan Hadits yang mulia ini.
Alloh سبحانه وتعالى berfirman: (QS. Al Hujurat: 12)
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Ibnu Katsir rohimahulloh berkata di dalam tafsirnya: “Di dalamnya terdapat larangan dari perbuatan ghibah.”
As Sa’di rohimahulloh berkata di dalam tafsirnya: “(Alloh) menyerupakan memakan daging (saudara)nya yang telah mati yang sangat dibenci oleh diri dengan perbuatan ghibah terhadapnya. Maka sebagaimana kalian membenci untuk memakan dagingnya, khususnya ketika dia telah mati tidak bernyawa, maka begitupula hendaknya kalian membenci untuk menggibahnya dan memakan dagingnya ketika dia hidup.”
Dari Abu Barzah Al Aslami ia berkata, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya. Sebab siapa saja yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Alloh akan mencari-cari kesalahannya. Maka siapa saja yang Alloh telah mencari-cari kesalahannya, Alloh tetap akan menampakkan kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya." (Sunan Abu Dawud)
Alloh Ta'ala senang untuk menutupi kesalahan hamba-hambaNya, dan Dia menganjurkan agar para hamba- Nya juga melakukannya di antara sesama mereka. Untuk itu Alloh Ta'ala telah menyediakan bagi mereka pahala yang sesuai dengan amalan baik mereka, yaitu Alloh Ta'ala akan menyembunyikan aib dan mengampuni dosa mereka pada hari kiamat karena mereka telah menyembunyikan aib saudaranya di dunia.
Semoga bermanfaat ... Telegram Mari Belajar Islam
https://telegram.me/abulailah
Wa Shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
0 komentar :
Posting Komentar