RENUNGAN RAMADHAN KETIGA
Abu Lailah
Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, demi Alloh berapa banyak kesempatan bagi anda untuk terlepas dari dosa dan introspeksi diri dimedan keimanan ini untuk menambah kebaikan dan ketakwaan serta bermuhasabah. Jika anda masih banyak kekurangan, maka bertaubatlah pada Alloh karena pintu (taubat) masih terbuka. Jika anda termasuk mereka yang Alloh anugrahi kebaikan dan petunjuk, maka tingkatkanlah kadar ketakwaan anda dan jangan berhenti pada tingkatan tertentu.
Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, Adalah suatu kesempatan berharga di saat anda berpegang pada syariat Alloh dan berhenti dari apa yang diharamkan Alloh sebagai realisasi ketaatan pada-Nya.
Jika dengan tekad dan kesungguhan anda mampu berhenti dari kemaksiatan yang anda lakukan, maka jangan menambah atau ragu-ragu dalam mendekatkan diri pada Alloh di bulan yang mulia ini. Jadikan Ramadhan sebagai awal dari sebuah lembaran baru untuk merendah diri pada Alloh عزّوجلّ agar Dia mengaruniakan pada anda taubat nasuha dan menetapkan hati anda di atas jalan yang lurus.
Wahai orang yang berbuat dosa di Bulan Rajab
Hingga Bulan Sya'ban masih juga ia bermaksiat pada Tuhannya
Bulan Ramadhan telah mendatangimu setelah kedua bulan berlalu
Maka janganlah engkau melakukan hal yang sama dengan bermaksiat
Bacalah Al-Qur'an dan bertasbihlah di bulan itu dengan bersungguh-sungguh
Ramadhan adalah bulan tasbih dan bulan Qur'an
Berapa banyak engkau ketahui mereka yang dahulunya berpuasa
Baik mereka dari keluarga, tetangga ataupun teman
Kematian telah mengantarkan mereka dan setelah itu
Engkau masih menjalani kehidupan, betapa dekatnya orang yang bermaksiat dengan ajalnya
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata: "Wahai anak Adam, engkau ibarat hari-hari. Jika sebuah hari berlalu berarti sebagian dari dirimu juga pergi".
Referensi : 10 Renungan Dalam Berpuasa, Oleh : Syaikh Nawaf bin 'Ubaid Ar-Ra'uji, Terjemah : Ust. Muhammad Iqbal Ghazali , MA حفظه الله
0 komentar :
Posting Komentar