MAKNA TAUHID DAN
TAUHID RUBUBIYYAH
Abu Lailah
Tauhid adalah
pecahan dari kata wahid. Dikatakan Wahhid Syaia artinya jadikan
dan ikatlah ia menjadi satu. Sedang Tauhid (mengesakan) Alloh adalah dengan
meyakini akan keesaan Alloh dalam Rububiyah (penciptaan, Pemeliharaan,
Pemilikan), nama-nama dan sifat-Nya serta meyakini bahwa Alloh
adalah Robb yang merajai yang berhak untuk diibadahi.
Maka tauhid adalah
mengesakan Alloh dengan segala apa yang menjadi spesifik (kekhususan) Nya dari ibadah
qauliyah maupun fi’liyah. Ia merupakan dasar Islam. Dari dasar
tersebut terpancar seluruh aturan, hukum, perintah dan larangan-Nya.
1.
Tauhid
Rububiyah
Yaitu meyakini
bahwa Alloh سبحانه و تعالي Pencipta hamba dan
Pemberi rizki mereka, yang Menghidupkan dan Mematikan mereka. Atau kita
katakan: Mengesakan Alloh dengan perbuatan-Nya, seperti meyakini bahwa Allah
adalah Al-Kholiq (Maha Pencipta) dan Ar Raziq (Maha Pemberi
rizki).
Keyakinan ini juga
diakui kaum musyrikin lampau serta seluruh
pemeluk agama dari yahudi, nashoro, shabiin (penyembah bintang)
dan majusi. Tidak ada yang mengingkari tauhid ini selain kaum Dahriyah
yang lampau (di zaman kita, kaum Atheis)
Dalil Tauhid
Rububiyah:
Dikatakan kepada
mereka yang mengingkari Robb Yang Maha Mulia: Bahwa siapa yang memiliki akal
yang sehat tidak akan menerima suatu bekas tanpa ada yang meninggalkannya, perbuatan
tanpa ada yang berbuat, ciptaan tanpa ada yang menciptakan.
Diantara perkara
yang tidak diperselisihkan apabila anda melihat sebuah jarum anda yakin bahwa
jarum tersebut ada pembuatnya. Maka bagaimana halnya dengan alam yang agung ini
yang mengherankan akal dan membuat bingung pikiran telah ada tanpa ada yang
mengadakan?! Teratur tanpa ada yang mengatur. Semua apa yang ada di dalamnya
dari bintang-bintang, awan, kilat, petir, daratan dan lautan, malam dan siang,
gelap dan terang, pohon-pohon dan bunga-bunga, jin dan manusia hingga berbagai
macam yang tidak bisa lagi dihitung oleh bilangan telah ada tanpa ada yang
mengadakan yang mengeluarkannya dari sebelumnya tidak ada! Ya Alloh ini tidak dikatakan orang yang masih
memiliki sedikit akal dan seberat atom pemahaman.
Intinya,
bukti-bukti atas rububiyah Alloh tidak bisa dibilang. Maha benar Alloh عزّوجلّ tatkala berfirman:
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ
الْخَالِقُونَ
“Apakah
mereka diciptakan tanpa sesuatu ataukah mereka sendiri yang menciptakan.” (QS.
Ath Thur: 35)
Dan Firman-Nya:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ وَكِيلٌ
”Alloh
Pencipta segala sesuatu sedang Dia Maha Mengurus segala sesuatu. ” (QS. Az
Zumar: 62)
Diantara
dali-dalil akal apa yang dikisahkan dari Imam Abi Hanifah رحمه الله :
Sesungguhnya ada suatu kaum ahli kalam yang menginginkan pembahasan
dengannya dalam rangka menetapkan tauhid rububiyah. Maka Abu Hanifah رحمه الله berkata
kepada mereka: sebelum kita membicarakan
tentang persoalan ini beritahukan kepadaku tentang suatu bahtera di lautan
dimana bahtera itu pergi memenuhi makanan, barang-barang dan yang lain dengan
sendiri lalu berlabuh dengan sendiri dan menurunkan barang-barang dan kembali.
Semua itu tanpa ada seorangpun yang mengatur?! Mereka lalu mengatakan: ini
suatu yang mustahi dan tidak akan mungkin terjadi selamanya! Maka Imam Abu
Hanifah berkata kepada mereka: Jika hal ini mustahil terjadi pada suatu bahtera
lantas bagaimana halnya dengan alam semesta ini seluruhnya, yang atas maupun yang
bawah!! (kisah ini juga diceritakan dari selain Abu Hanifah رحمه الله)
Dalil Pengakuan
Kaum Musyrikin Terhadap Tauhid Rububiyah
Alloh Ta’ala berfirman:
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا
يَعْلَمُونَ
“Jika
kalian tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi niscaya
mereka menyatakan Alloh. Katakanlah segala puji bagi Alloh akan tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Luqman: 25)
Firman Alloh Ta’ala:
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ
أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْـحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ
وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ
اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ. فَذَلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا
بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ
Katakanlah
siapakah yang melimpahkan rizki kepada kalian dari langit dan bumi atau
siapakah yang memiliki pendengaran dan penglihatan dan siapakah yang
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang
hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan. Niscaya mereka mengatakan Alloh.
Maka katakanlah tidakkah kalian mau bertaqwa. Itulah Alloh Robb kalian yang
hak. Maka tidaklah setelah hak itu melainkan kesesatan. Maka bagaimana kalian
dipalingkan (QS. Yunus: 31-32)
Firman Alloh عزّوجلّ :
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ
“Jika
kalian tanyakan kepada mereka siapakah gerangan yang telah meanciptakan langit
dan bumi niscaya mereka menyatakan semua itu diciptakan Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui.” (QS. Az Zukhruf: 9)
Catatan Penting:
Tauhid Rububiyah
belum bisa memasukkan manusia ke dalam agama Islam melainkan jika menyertakan
pula tauhid uluhiyah.
Referensi: Panduan Tauhid Level 1, Divisi
Dakwah Kantor Dakwah Rabwah, IslamHouse.Com.
Referensi:
Panduan Tauhid Level 1, Divisi Dakwah Kantor Dakwah Rabwah, IslamHouse.Com.
0 komentar :
Posting Komentar