AIR MUSTA'MAL

🌴 AIR MUSTA'MAL 🌴

✍ Abu Lailah

Air Musta’mal yaitu air yang sudah digunakan, terpisah dari anggota tubuh orang yang bersuci (wudhu/mandi besar). Para ulama berselisih pendapat tentang hukum air musta’mal ini, apakah suci atau tidak? Pendapat yang benar dalam masalah ini bahwa air musta’mal adalah suci dan mensucikan berdasarkan dalil-dalil yang banyak sekali, diantaranya:

عَنْ أَبِيْ جُحَيْفَةَ يَقُوْلُ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ  بِالْهَاجِرَةِ فَأُتِيَ بِوَضُوْءٍ فَتَوَضَّأَ فَجَعَلَ النَّاسُ يَأْخُذُوْنَ مِنْ فَضْلِ وَضُوْئِهِ فَيَتَمَسَّحُوْنَ بِهِ

Dari Abu Juhaifah رضي الله عنه berkata: Rosululloh pernah keluar kepada kami pada siang hari, beliau diberi tempat wudhu dan berwudhu dengannya lalu manusia (para sahabat) mengambil sisa air wudhunya dan mengusapkan dengannya. (HR. Bukhori no.187).

Al-Hafidz Ibnu Hajar asy-Syafi’i رحمه الله berkata dalam Fathul Bari (1/395): “Dalam hadits ini terdapat dalil yang sangat jelas akan sucinya air musta’mal”.

عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ أَنَّ النَّبِيَّ  مَسَحَ بِرَأْسِهِ مِنْ فَضْلِ مَاءٍ كَانَ فِيْ يَدِهِ

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidh رضي الله عنها bahwasanya Nabi  mengusap kepalanya dengan sisa air yang ada di tangannya.1

عَنْ جَابِرٍ يَقُوْلُ جَاءَ رَسُوْلُ اللهِ يَعُوْدُنِيْ وَأَنَا مَرِيْضٌ لاَ أَعْقِلَ فَتَوَضَّأَ وَصَبَّ عَلَيَّ مِنْ وَضُوْئِهِ فَعَقَلْتُ…

Dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنه berkata: Rosululloh صلى الله عليه وسلم pernah mengunjungiku ketika saya sakit, tidak sadarkan diri (pingsan) lalu beliau berwudhu dan menuangkan kepadaku dari tempat wudhunya tadi. (HR. Bukhori no.194 Muslim no.1616).

Pendapat tentang sucinya air musta’mal ini dikuatkan oleh sejumlah para ulama salaf terdahulu maupun sekarang seperti Hasan Bashri, Ibrohim Nakho’i, Atho bin Abi Robah, Sufyan Tsauri, Abu Tsaur dan seluruh Dhohiriyyah serta sebuah riwayat dari Imam Ahmad dan Syafi’i sebagaimana diceritakan Imam Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla (1/182) dan membelanya. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Imam Syaukani dalam Nailul Author (1/22) dan Al-Albani dalam Ats-Tsamarul Mustatob (1/5).
___________________
1. HR. Abu Daud (130) dan dihasankan Al-Albani dalam Shohih Sunan Abu Daud (1/45).

📚 REFERENSI: Suci dengan air, Ust. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi.

✅ Silahkan di share semoga bermanfaat bagi yang lain...


0 komentar :

Posting Komentar