RENUNGAN RAMADHAN KESEPULUH

RENUNGAN RAMADHAN KESEPULUH
Abu Lailah

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, setiap amalan bergantung pada kesudahannya, yang saya maksud adalah menambah amalan pada sepuluh hari yang akhir dari Bulan Ramadhan.

Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersungguh-sungguh pada sepuluh hari yang akhir tidak seperti pada malam-malam sebelumnya (H.R Muslim).

Beliau membangunkan keluarganya dan bersungguh-sungguh. Maka bersungguh-sungguhlah anda wahai saudaraku, semoga Alloh memberkahi anda untuk menambah amalan. Janganlah termasuk orang-orang yang bersungguh-sungguh di awal Bulan Ramadhan lalu sedikit demi sedikit menurun sampai ketika datang akhir bulan yang mana kebaikan dan pahala dilipat gandakan, rasa malas mulai muncul untuk membaca Al-Qur'an dan shalat taraweh serta shalat malam.

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, teladanilah pada orang yang Alloh utus  untuk mengambil sikap teladan darinya.

Alloh ﷻ berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh"  (Q.S. Al-Ahzaab: 21)

Sebagai penutup, marilah kita memohon pada Alloh ﷻ agar menerima puasa dan shalat malam kita dan agar Dia berkenan mengampuni dosa-dosa serta menghilangkan kegundahan kita. Sesungguhnya Alloh adalah Yang Maha Pelindung lagi Maha Berkuasa.

Semoga shalawat dan salam tetap tercurah atas nabi kita Muhammad, keluarga beserta shahabat beliau. Amiiin...

Referensi : 10 Renungan Dalam Berpuasa, Oleh : Syaikh Nawaf bin 'Ubaid Ar-Ra'uji, Terjemah : Ust. Muhammad Iqbal Ghazali , MA  حفظه الله



0 komentar :

Posting Komentar