MEMAHAMI KANDUNGAN MAKNA AL-QUR'AN
Abu Lailah
Al-Qur'an diturunkan Alloh bukan semata untuk dibaca, namun tujuan asasi adalah agar dipahami kandungan ayatnya.
Alloh عزّوجلّ berfirman:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shaad [38]: 29).
Imam as-Syaukani رحمه الله berkata: "Ayat ini adalah dalil bahwasanya Alloh عزّوجلّ menurunkan al-Qur'an itu hanyalah untuk ditadabburi dan direnungi maknanya, bukan hanya sekadar membacanya tanpa tadabbur".1
Alloh عزّوجلّ berfirman:
أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا
Apakah mereka tidak memperhatikan al Qur'an? kalau kiranya al-Qur'an itu bukan dari sisi Alloh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS.an-Nisa' [4]: 82).2
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: "Tidak ada sesuatu apa-pun yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba di kehidupan dunia dan akheratnya dan lebih bisa mendekatkan diri menuju keselamatannya dibandingkan dengan mentadabburi al-Qur'an, mendalaminya dengan merenungi makna ayat-ayatnya. Karena dengan cara tersebut akan nampak baginya tanda-tanda kebaikan dan peringatan akan kejelekan".3
Termasuk praktek nyata Rosululloh صلى الله عليه وسلم dan para sahabat dalam mentadabburi al-Qur'an adalah kebiasaan mereka yang mengulang-ulang satu ayat al-Qur'an sampai waktu subuh.
Abu Dzar رضي الله عنه berkata: "Nabi shalat malam dengan membaca satu ayat sampai waktu subuh, beliau mengulang-ulang ayat itu terus, ayat tersebut berbuyi;
إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. al-Maidah [5]: 118).
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: "Inilah kebiasaan salaf, salah seorang diantara mereka mengulang-ulang ayat sampai subuh".4
Imam Ahmad bin Abdirrahman al-Maqdisi رحمه الله berkata: "Selayaknya bagi orang yang membaca al-Qur'an untuk melihat bagaimana kelembutan Alloh terhadap makhluknya dalam menyampaikan makna al-Qur'an ke dalam pemahaman mereka, dan hendaknya menyadari bahwa apa yang dia baca bukan ucapan manusia, agar dapat menghadirkan dalam hatinya keagungan yang berkata dan mentadabburi firman-Nya, karena tadabbur adalah maksud inti dari membaca, jika tidak mampu dalam mentadabburinya kecuali dengan mengulang-ulang ayat, maka ulang-ulangilah".5
________________________________________1. Fathul Qadiir 4/430.
2. HR. Ibnu Majah no.1350, an-Nasai no.1010. Dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam al-Misykah no.1205.
3. Madarij as-Salikiin 1/450.
4. Miftah Dar as-Sa'adah 1/553.
5. Mukhtshar Minhaj al-Qashidin hal.68, Tahqiq: Ali Hasan.
Referensi: Bulan RAMADHAN Bersama AL-QUR’AN, Ust. Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله, Majalah Al-Furqon No. 149 Ed. 1 Th ke-14_1435/2014.
0 komentar :
Posting Komentar